KPD Makassar Hadiri Panen Raya Jagung Bersama Presiden Joko Widodo di Gorontalo

Gorontalo, 1 Maret 2019. Saat ini di Gorontalo sedang musim panen jagung untuk periode tanam Oktober – Maret. Suatu hal yang berbeda yang dirasakan oleh petani jagung di Gorontalo kali ini karena Panen Raya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo beserta beberapa Menterinya.

Berlokasi di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Presiden Jokowi disambut hamparan jagung siap panen seluas 1.392 hektare di perbukitan.

Terlebih dahulu hadir dilokasi kegiatan panen raya jagung yakni Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dan menyampaikan bahwa target produksi nasional pada tahun ini mencapai 33 juta ton, dan ekspor diharapkan sebesar 500 ribu ton. Target sebesar itu akan maksimalkan di lumbung jagung nasional seperti Jawa Timut, NTB, Lampung, Sumatera Selatan, termasuk Gorontalo. Selain ditarget akan produksi 1,7 juta ton, tahun ini Gorontalo juga didorong untuk ekspor sebesar 150 ribu ton. Data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa produksi jagung nasional menunjukkan peningkatan pesat setiap tahun, dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Adapun agenda kegiatan panen raya ini dimulai dengan Presiden bersama Menteri Pertanian, Gubernur Provinsi Gorontalo, dan Bupati Gorontalo Utara, melakukan panen jagung dengan menggunakan alat mesin panen di areal kebun jagung. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa agenda acara yaitu sambutan Gubernur Gorontalo, Penyerahan Bantuan pertanian ke Petani, dan dialog bersama petani dan arahan presiden RI.

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menekankan pada pentingnya menjaga semangat para petani dalam menanam dan memproduksi jagung dengan menjaga harga di tingkat petani. Seirama dengan harapan Gubernur Gorontalo, Presiden juga menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas jagung sekaligus menjaga stabilitas harga untuk petani.

“Sebelumnya produksi jagung petani Gorontalo hanya 650 ribu ton, sekarang sudah bisa ditargetkan 1,7 juta ton. Peningkatan yang banyak sekali,” kata Presiden Jokowi bangga. “Ke depan, produksi jagung per hektar yang sekarang 8 sampai 9 ton, diharapkan bisa mencapai 10 ton per hektare,” tambahnya dihadapan 4 ribu petani jagung Gorontalo pada Jumat (1/3).

Pak Jokowi juga berdialog dengan beberapa petani, dan menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi petani jagung sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Salah satunya, memulai pembangunan bendungan Bulango Ulu senilai Rp2,3 triliyun, untuk menjaga pasokan air bagi petani di Gorontalo.(m)