Terkait Isu Kartel Maskapai Pesawat, KPPU Sulsel: Sementara Jalan di Pusat

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Naiknya harga tiket Angkutan Udara rute domestik oleh Maskapai penerbangan nasional, turut dipantau Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU.

Ketua KPPU Sulsel Armando yang dihubungi, Kamis (17/1/2019) menuturkan, terkait kenaikan tiket pesawat, dari sisi KPPU bisa dilakukan dua pendekatan.

“Pendekatan kebijakan dan penegakan hukum,” katanya.

Pendekatan kebijakan, kata Armando, sudah selayaknya tarif batas bawah dihapus.

“Tarif batas bawah ini tidak akan memberi insentif kepada maskapai untuk melakukan inovasi dan efisiensi. Tarif batas bawah akan mendorong kenaikan tarif secara berkala, karena hitungannya komponen pembentuk harga,” katanya.

Ketika salah satu komponen naik, akan dijadikan dasar maskapai untuk meminta kenaikan tarif batas bawah.

“Contoh, kenaikan avtur karena kenaikan harga minyak plus dollar naik, akan jadi dalih untuk menaikkan tarif batas bawah,” kata Armando.

“Nah pertanyaannya, ketika harga minyak dunia turun, dan rupiah kembali kuat, apakah akan dibarengi dengan penurunan tarif? Apalagi kan Rupiah juga mulai kuat lagi,” lanjutnya.

Dari sisi penegakan hukum, kata Armando, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, apakah kenaikan tiket tersebut ada indikasi praktek kartel atau tidak.

“Nah ini sementara jalan di pusat,” ujarnya.

Namun, apakah ada laporan dari industri pariwisata dan stakeholder pariwisata lainnya?

“Kalau laporan dari mereka belum, cuma bisa dihitung bahwa ada potensi menurunnya angka wisatawan, yang otomatis akan memukul industri pariwisata akibat kenaikan tiket pesawat,” ujarnya.

http://makassar.tribunnews.com/2019/01/17/terkait-isu-kartel-maskapai-pesawat-kppu-sulsel-sementara-jalan-di-pusat, tanggal 17 Januari 2019