KPPU Makassar: Panen Raya Padi Bersama Menteri Pertanian Di Desa Biru, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara

Bertempat di Desa Biru, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, tanggal 25 Juli 2018, Aru Armando selaku Kepala KPPU Makassar menghadiri kunjungan kerja Menteri Pertanian, Dr. A. Amran Sulaiman dalam rangka kegiatan Panen Raya Padi. Dalam kegiatan tersebut turut hadir H. Tafdil selaku Bupati Bombana, Kepala Asisten Teritorial (Aster) KASAD Sulawesi Tenggara, Kepala Komandan Resort Militer (Danrem) Sulawesi Tenggara, , Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Jajaran Pejabat Kementerian Pertanian, serta Kelompok Tani di Kabupaten Bombana.

Dalam sambutannya, H. Tafdil selaku Bupati Bombana mengucapkan banyak terima kasih kepada Menteri Pertanian yang bersedia untuk melakukan kunjungan di Kabupaten Bombana terkait dengan Panen Raya Padi. Diharapkan dengan kunjungan tersebut, menjadi suntikan tersendiri kepada petani-petani di Kabupaten Bombana untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas padi yang akan dihasilkan nantinya.

Saat ini sawah irigasi di Kecamatan Poleang Timur seluas 1.500 Ha. Dengan adanya program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian dibawah komando Amran Sulaiman sejak tahun 2015, petani – petani di Kabupaten Bombana merasakan hasil yang cukup memuaskan. Dari data yang diperoleh sebelum adanya program UPSUS, di tahun 2014 gabah yang dihasilkan hanya 53.440 ton tetapi setelah program tersebut berjalan beberapa tahun mengalami peningkatan, data terakhir tahun 2017 gabah yang dihasilkan petani sebanyak 84.650 ton.

H. Tafdil selaku Bupati Bombana mengatakan kebutuhan beras Kabupaten Bombana sebenarnya tidak terlalu banyak hanya sekitar 35.000 ton dan saat ini Kabupaten Bombana telah surplus sebanyak 54.000 ton dengan demikian Kabupaten Bombana sudah bisa dikatakan swasembada pangan.

Saat ini kendala yang dihadapi oleh petani-petani di Kabupaten Bombana yaitu kurangnya alat pengering gabah. Sebagai contoh untuk satu kali panen, banyak gabah yang merembes keluar dari Kabupaten Bombana karena pabrik-pabrik yang ada tidak mampu menampung gabah yang proses pengeringannya belum maksimal.

Menanggapi berbagai yang telah disampaikan oleh Bupati Bombana, Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian mengatakan bahwa Kabupaten Bombana harus bisa menjadi salah satu daerah lumbung padi di Indonesia Timur. Selain itu, Kementerian Pertanian akan membangun Sulawesi Tenggara sebagai pusat daging sapi dan gula. Tetapi diharapkan juga kerjasama dari berbagai pihak khususnya masyarakat lokal, jangan sampai ketika ada investor yang akan membangun pabrik maka akan langsung didemo. Hal ini merupakan salah satu hambatan pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah. Amran menekankan bahwa tidak ada daerah di dunia ini dapat tumbuh jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan industri.

Kemudian terkait kendala-kendala yang dihadapi oleh petani – petani di Kabupaten Bombana, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan berupa 5 alat pengering, 20 tractor, 4 mobil operasional, kemudian tambahan benih dan pupuk untuk jagung. Semua bantuan tersebut gratis dan diharapkan dengan bantuan tersebut dapat meningkatkan keinginan masyarakat Kabupaten Bombana untuk meningkatkan hasil pertanian sehingga swasembada pangan di Kabupaten Bombana dapat berkelanjutan.(hp)