Pentingnya Tukar Menukar Informasi dan Data Dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi

Pertukaran informasi dan data antar lembaga mengenai kondisi perekonomian perlu dilakukan secara berkesinambungan. Hal ini terungkap dari diskusi antara Aru Armando selaku Kepala KPPU KPD Makassar dan Miyono selaku Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah, yang dilaksanakan di Palu (28/6/2018).

Aru menyampaikan kajian ekonomi dan bisnis Bank Indonesia merupakan salah satu input bagi KPPU dalam meneliti kegiatan perekonomian di daerah, khususnya di Sulawesi Tengah. Komoditas pangan masih menjadi salah satu penelitian yang dilakukan oleh KPPU, karena salah satu penyebab tingginya inflasi di daerah baik di Sulsel maupun di Sulteng. Untuk itu, KPPU akan bekerja sama dengan instansi di daerah yang salah satunya Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah untuk terus memantau ketersedian dan distribusi komoditas pangan.

Miyono menyambut baik apa yang disampaikan Aru, berdasarkan penelitian pada sektor perikanan tangkap di Sulteng, ternyata hasil tangkapan nelayan Sulteng banyak dikirim ke luar daerah, seperti ke Makassar, Surabaya, Gorontalo, Manado dan Kalimantan. Hal ini menyebabkan sektor perikanan tangkap sebagai salah satu penyebab naiknya inflasi, padahal Sulteng merupakan salah satu penghasil perikanan tangkap nasional.

Untuk itu pertukaran data dan informasi mengenai kegiatan perekomian dan kerja sama antar instansi perlu terus dilakukan, terutama pada sektor komoditas yang menjadi penyebab inflasi. Harapannya KPPU agar tetap berpartisipasi dan berkontribusi dalam TPID, sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya.

Menutup diskusi tersebut, Aru menyampaikan, KPPU akan terus berkontribusi dan berpartisipasi dalam TPID untuk turut menjaga stabilitas ekonomi di daerah dan sebagai langkah antisipasi, agar kedepannya tidak terjadi persaingan usaha tidak sehat yang bisa saja terjadi di daerah, khususnya di Sulteng. (cda)