Mencari Solusi Bersama Masalah Distribusi Gas Subsidi 3 Kg

Beberapa waktu sebelum Lebaran Tahun 2018, gas LPG 3 Kg di beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan pasokannya sulit diperoleh dan harganya melambung mencapai Rp 20-25 ribu per tabungnya. Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, KPPU Makassar, dan Satgas Pangan berinisiatif melakukan sosialisasi mengenai “Pengawasan Distribusi Gas LPG 3 Kg Bersubsidi” yang diselenggarakan di Ballroom Celebes Convention Centre Kantor Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan (25/6/2018).

Sosialisasi yang dihadiri Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi, Hiswana Migas Provinsi Sulawesi Selatan, Agen dan Pangkalan Gas LPG di Sulsel. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi terkait pasokan dan harga yang melonjak jelang Lebaran 2018.

Hadi Basalamah, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan tingginya harga gas LPG 3 kg salah satunya disebabkan tingginya permintaan pada saat yang bersamaan. Untuk itu diperlukan keterbukaan dan kerja sama antar instansi maupun pelaku usaha, agar dapat diantisipasi apabila terjadi masalah distribusi gas LPG 3 kg.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi sampai dengan bulan Mei 2018 telah menyalurkan 34,7 juta tabung gas LPG 3 kg dari kuota yang dimiliki yakni 81,9 juta tabung. Dalam sosialisasi tersebut, permasalahan yang dihadapi oleh PT Pertamina yakni masih ada konsumen yang masuk kategori non miskin malah menggunakan gas bersubsidi.

Aru Armando, Kepala KPPU KPD Makassar menyampaikan kepada seluruh peserta agar semua pihak turut mengawasi distribusi gas LPG 3 kg agar penyalurannya tepat sasaran. Disisi lain, KPPU akan terus memantau agar tidak terjadi perilaku kartel diantara pelaku usaha dalam hal penetapan harga gas. “Apabila HET gas LPG 3 Kg saat ini dirasa memberatkan pelaku usaha, maka silahkan disampaikan kepada pemerintah agar Pergub yang mengatur HET tersebut dapat ditinjau kembali”.

Satgas Pangan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Amir Syamsuddin, selaku Ditreskrimsus Polda Sulsel menyampaikan bahwa Kepolisian akan terus mengawasi distribusi gas LPG 3 Kg bersubsidi dan meminta kepada para agen serta pangkalan untuk turut mengawasi distribusinya di masing-masing wilayah. Apabila ditemukan adanya penyimpangan, dapat segera melaporkan kepada kepolisian agar dapat segera ditindak.

Pada akhir sosialisasi, solusi dari permasalahan distribusi gas LPG 3 kg, yakni perlunya koordinasi rutin diantara seluruh intansi dan pelaku usaha, perlunya dibuat manajemen stok dan kebutuhan mengenai LPG 3 kg dimasing-masing Kabupaten/kota, dan peninjauan kembali Pergub Sulsel yang mengatur HET. (cda)