Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Mudik Lebaran dan Satgas Pangan 2018

Dalam rangka Pelaksanaan Analisa dan Evaluasi Mudik Lebaran dan Satgas Pangan 2018, pada tanggal 25 Juni 2018, KPD Makassar yang wakili oleh Yunan ANdika Putra, selaku Kepala Bagian Penegakan Hukum KPD Makassar  telah menghadiri Video Converence Rapat Lintas Sektoral Analisa dan Evaluasi Pengamanan Idul Fitri 1439H/2018 bertempat di Ruang Vicon Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.

Kegiatan Vicon tersebut dihadiri oleh Kapolda, Pangdam XIV, Gubernur diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulsel, beserta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sulawesi Selatan telah mengikuti Rapat Koordionasi Lintas Sektoral tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengetahui hasil evaluasi pengamanan Idul Fitri dan Pengendalian harga Bahan Pokok menyambut Lebaran 2018 secara Nasional.

Rapat Lintas Sektoral tersebut dipimpin langsung oleh Menko Polhukam, Kapolri, Panglima TNI, Menteri Pertanian, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ketua KPPU, dan perwakilan dari Kementerian Perdagangan telah memaparkan hasil analisa dan evaluasi Pengamanan Idul Fitri 1439 H yaitu terdapat 4 (empat) poin penting yang menjadi hasil evaluasi yaitu :

Pertama, Pengamanan dari Aksi Terorisme, Selepas terjadinya aksi terorisme di Surabaya, pencegahan aksi terorisme menjadi salah satu prioritas untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat. Selama bulan Ramadhan tercatat Kepolisian telah melakukan penangkapan 122 orang dari berbagai daerah terkait dengan dugaan terorisme.

Kedua, Pengamanan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2018, Arus Mudik dan Arus Balik 2018 relatif terkendali dengan memfungsikan seluruh jalan nasional dari Banten sampai Pasuruhan sepanjang 1.150 km dengan catatan 4 (empat) titik kemacetan dibeberapa ruas untuk jalur darat. Sedangkan untuk jalur laut dan udara terjadi penumpukan penumpang di H-3 dan H+6 Idul Fitri. Selain itu, insiden kecelakaan kapal penumpang di Danau Toba menjadi perhatian bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap dipenuhinya standar keselamatan angkutan trasnportasi.

Ketiga, Stabilitas Harga Bahan Pokok, Selama Bulan Ramadhan 2018 sampai dengan hari raya idul fitri, harga bahan pokok cenderung stabil dengan parameter pemantauan harga yang dilaksankan oleh instansi dan lembaga terkait tidak menunjukan kenaikan harga yang ekstrim. Hal tersebut didukung dengan data inflasi tercatat hanya 0,22% dan bahkan untuk cabai dan minyak goring terjadi deflasi. Selain itu, Kementerian Pertanian juga telah mencabut izin 5 (lima) importir Bawang Putih karena mempermainkan harga dengan disparitas yang tinggi dan 5 (lima) importir Bawang Bombai karena menjadikan Bawang Bombai Mini sebagai Bawang Merah untuk meraup keuntungan

Kempat, Pengamanan dari Kejahatan (Premanisme dan Pencurian), Selama Bulan Ramadhan 2018, tercatat aksi pencurian mengalami penurunan sebesar 10% dan aksi begal mengalami penurunan sebesar 25% apabila dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi pada Ramadhan tahun ini justru kasus penganiayaan berat mengalami kenaikan sebesar 3%.

Menutup kegiatan Rapat Lintas Sektoral, Menko Polhukam menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait atas langkah dan tindakannya dalam melaksanakan pengamanan Idul Fitri 1438 H sehingga masyarakat tidak dibebani dengan harga bahan pokok yang mahal, dapat menjalankan ibadah ramadhan dan mudik lebaran dengan aman dan lancar. (yap)