Menciptakan Generasi Milenial Yang Kompetitif di Universitas Sulawesi Barat

“Generasi Milenial harus memiliki bekal yang mumpuni guna menghadapi era persaingan, sehingga memiliki daya saing yang kompetitif untuk memajukan perekonomian bangsa”, ungkap Syarkawi Rauf dihadapan sekitar 200 orang peserta kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sulawesi Barat yang diselenggarakan di Majene, pada hari Jum’at, 6 April 2018.

Pada kesempatan yang sama, Taufik Ahmad, Plt. Deputi Pencegahan KPPU, menyampaikan bahwa saat ini hubungan kerjasama antara pelaku usaha besar dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak berada pada posisi tawar yang sama, cenderung merugikan pelaku UMKM. Oleh karenanya melalui kewenangan dalam pengawasan pelaksanaan kemitraan, KPPU berupaya untuk mewujudkan kemitraan yang adil agar tercipta kesempatan berusaha yang sama antara pelaku usaha besar maupun pelaku UMKM.

Sementara itu, Aru Armando, Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Makassar, menerangkan salah satu tugas KPPU yaitu memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah, termasuk mengenai pengaturan pasar ritel modern dan pasar tradisional. “kedepannya untuk mengurangi dampak keberadaan pasar modern terhadap pasar tradisional, pemerintah harus lebih selektif dan memperketat perizinan pendirian pasar modern yang baru. Disamping itu, pemerintah perlu menderegulasi kebijakan dengan memasukkan aturan terkait pengaturan zonasi, jam operasional buka dan tutup, menyediakan tempat untuk produk lokal atau UMKM. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus mendorong pengelolaan pasar tradisional menjadi seperti pasar modern”, papar Aru.

Mewakili Universitas Sulawesi Barat, Burhanuddin selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPPU yang telah berkenan memberikan kuliah umum persaingan usaha. Diharapkan, kedepannya Dosen dan Mahasiswa lebih memahami ilmu hukum persaingan usaha, karena persaingan usaha yang sehat merupakan elemen pokok dalam pertumbuhan ekonomi, pada akhirnya akan menciptakan efisiensi dalam setiap kegiatan perekonomian di Indonesia.(lbc)