Cegah Posisi Tawar Tak Seimbang, KPD KPPU Makassar Sosialisasi Kemitraan Rumput Laut Di Bone

Pentingnya pola kemitraan dalam budidaya rumput laut agar tidak terjadi penyalahgunaan posisi tawar yang dilakukan oleh pelaku usaha besar terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Hal ini terungkap dalam acara Sosialisasi Kemitraan Dalam Industri Rumput Laut yang diselenggarakan di Desa Palette, pada Kabupaten Bone, pada hari Kamis 12 April 2018, dihadapan sekitar 30 orang dari perwakilan pembudidaya rumput laut, kelompok pembudidaya rumput laut, pedagang pengumpul, dan penyuluh perikanan.

“KPPU mempunyai kewenangan pengawasan pelaksanaan kemitraan berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah jo PP Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah”, terang Sukarmi Anggota Komisioner KPPU.

Sukarmi juga menyampaikan bahwa kelemahan pelaku umkm di Indonesia berkaitan dengan permodalan, bahan baku produksi, manajemen, dan pemasaran. Disamping itu, dalam kerja sama dengan pelaku usaha besar, seringkali posisi pelaku umkm sangat rentan terhadap eksploitasi yang dilakukan pelaku usaha besar. Oleh karenanya, masing-masing pelaku umkm harus bergabung dan  membentuk kelompok tani atau koperasi dan melakukan perjanjian kemitraan, agar tidak terjadi penyalahgunaan posisi tawar yang dilakukan oleh pelaku usaha besar.

Sementara itu, Aru Armando, Kepala KPD KPPU Makassar menyampaikan bahwa pentingnya perjanjian kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku umkm bertujuan untuk memberikan jaminan kesetaraan hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam berusaha. Hal ini penting, agar dalam menjalankan usahanya, pelaku usaha besar dapat turut membina dan mengembangkan usaha pelaku umkm, serta memperoleh jaminan barang atau produk yang berkualitas. Disisi lain, adanya perjanjian kemitraan ini, dapat menumbuhkembangkan pelaku umkm menjadi lebih besar dari sebelumnya dan memberikan kepastian usaha, pemasaran, permodalan, dan sebagainya.

“KPPU senantiasa membantu pelaku umkm, apabila ada perilaku penyalahgunaan posisi tawar yang dilakukan pelaku usaha besar terhadap pelaku umkm, khususnya pembudidaya rumput laut di Kabupaten Bone dan pelaku umkm diseluruh Indonesia”, papar Aru.(cda)