Sinergitas KPD KPPU Makassar Bersama BI Sulsel Terhadap Inflasi Pangan

 

IMG-20180216-WA0005Bertempat dikantor BI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis 15 Februari 2018 Aru Armando selaku Kepala KPD KPPU Makassar melakukan audiensi, diterima langsung dan disambut sangat baik oleh Bambang Kusmiarso selaku Kepala BI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan yang didampingi Dwityapoetra Soeyasa Besar dan Musni Hardi dari Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Keuangan.

“Pada bulan Januari 2018 Sulsel mengalami inflasi 0,81%. Inflasi yang terjadi di Sulsel ini disebabkan oleh salah satu komoditas pangan yakni beras yang menyumbang inflasi sebesar 0,25%, padahal diketahui bahwa Sulsel merupakan salah satu daerah terbesar penghasil atau sebagai lumbung beras,” ucap Bambang Kusmiarso.

Menanggapi hal tersebut, dikatakan oleh Aru Armando “bahwa isu persaingan pada inflasi saat ini adalah pada jalur distribusi komoditas pangan yang panjang, terjadi persoalan rantai distribusi yang tidak efisien”. Terkait masalah beras, terjadi kondisi disparitas harga beras medium dan premium yang cukup tinggi. Pada sisi lain acuan harga beras oleh pedagang masih berdasar harga di Pasar Induk Cipinang. Telah menjadi tugas dan fungsi KPPU untuk mengawasi jalannya distribusi pangan di Indonesia agar sesuai dengan prinsip persaingan usaha yang sehat, sehingga fluktuasi harga masih dalam tahap yang wajar. Fokus KPPU tidak hanya penegakan hukum menindak pelaku kartel atau monopoli, tapi juga melakukan langkah preventif dengan memanggil distributor pangan dan melakukan warning sebagai upaya tindakan pengawasan dalam rangka memetakan rantai distribusi pada masing-masing komoditas pangan, ataupun mendorong Bulog supaya lebih aktif. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir munculnya distributor yang mencoba melakukan praktek kartel.

Dalam kesempatan tersebut, baik KPPU Makassar dan BI Sulawesi Selatan sepakat dan berkomitmen untuk saling mendukung dalam upaya pengendalian inflasi di wilayah Sulsel, sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki masing-masing lembaga.(dt)