Cegah Posisi Tawar Tak Seimbang, KPPU Sosialisasi Diseminasi Perjanjian Kemitraan

DSC_0010 - editUsaha kemitraan yang baik adalah pihak inti dan plasma menjalin hubungan saling percaya, memiliki posisi tawar yang seimbang dan prinsip keterbukaan. Namun masih ada usaha kemitraan yang berjalan dengan pihak inti yang mendominasi dan memiliki otoritas yang lebih tinggi dari pada plasmanya, sehingga usaha kemitraan mengalami banyak hambatan.

Berangkat dari fakta itu, KPPU menyelenggarakan Sosialisasi Diseminasi Perjanjian Kemitraan yang dihadiri oleh Saidah Sakwan selaku Komisioner KPPU. Sosialisasi yang dilaksanakan pada tanggal 22 September 2016, mengambil tempat di Gedung Keuangan Negara II dan dihadiri sekitar 80 orang dari perusahaan inti, peternak plasma, dan media cetak serta elektronik di Makassar.

Saidah Sakwan menyatakan dalam pola kemitraan seharusnya hak dan kewajiban masing-masing pihak seimbang dan dituangkan dalam perjanjian kemitraan. Namun, dalam kenyataannya peternak plasma menjadi pihak yang lebih lemah posisinya karena kontrak kemitraan yang disodorkan merupakan aturan baku yang dibuat oleh inti untuk diterima tanpa adanya perundingan mengenai isi kontrak tersebut, akibatnya posisi inti plasma menjadi tidak seimbang.

Ketidakseimbangan hak dan kewajiban antara inti plasma berdampak kepada plasma yang menanggung resiko usaha lebih besar daripada inti. Hal ini terlihat ketika plasma menerima doc dan pakan tidak berkualitas, panen sering terlambat, dan harga penjualan anjlok, maka kerugian terbesar ditanggung oleh Plasma sedangkan inti tidak mengalami kerugian.

Untuk menyetarakan posisi inti plasma menjadi seimbang, KPPU menyelenggarakan sosialisasi ini untuk menghimpun informasi terkait hak dan kewajiban inti-plasma yang seharusnya ada dalam perjanjian, karena prinsip dasar kemitraan seharusnya saling memerlukan, saling mempercayai, saling memperkuat, dan saling menguntungkan antara inti dengan plasma.

“Sosialisasi diseminasi perjanjian kemitraan ini merupakan upada advokasi kepada perusahaan inti dan plasma dengan tujuan perubahan perilaku kedua belah pihak,” tegas Saidah Sakwan. (cda)