Wakil Bupati Enrekang terima Audiensi KPD Makassar

DSC_2483-LargeEnrekang (09/09), Dalam rangka meningkatkan hubungan kelembagaan, KPD Makassar yang dipimpin oleh Ramli Simanjuntak bersama Yusuf Saerani  dan Dahliana Tanur melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang. Kunjungan diterima langsung oleh Wakil Bupati Enrekang, M. Amminuddin, yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan Andi Hamzah dan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Enrekang, Hanisa.

Audiensi ini merupakan upaya dari KPPU untuk merangkul semua pihak dalam membantu penegakan hukum persaingan di daerah. Ramli mengatakan bahwa pemerintah daerah, termasuk di lingkup kabupaten memiliki peran penting membantu meningkatkan perekonomian yang lebih sehat. “Daerah adalah aktor penting dan utama dalam penegakan hukum persaingan. Saya rasa sinergi dalam harmonisasi peraturan perundangan di daerah bisa kita selaraskan ke depan,” kata Ramli.

Selain itu, tambah Ramli, KPPU memiliki wewenang untuk mengeluarkan saran atau rekomendasi terhadap kebijakan pemerintah yang tidak memberikan benefit terhadap masyarakat. “Wewenang KPPU itu luas, salah satunya mengeluarkan saran rekomendasi kepada pemerintah, baik itu pemerintah pusat sampai pemerintah daerah,” ujar Ramli.

Di kesempatan yang sama, Amminuddin, mengungkapkan bahwa ia mendukung keberadaan KPPU, khususnya jika KPPU bersedia melakukan asistensi di lingkungan pemerintahannya. Menurutnya, saat ini karakter ekonomi di Enrekang didominas oleh sektor pertanian 47,36 %, dan ini merupakan tulang punggung perekonomian kabupaten Enrekang. Disusul sektor jasa 28,6 %, perdagangan, hotel dan restoran 8,80 %.

Sementara itu Andi menyampaikan bahwa kehadiran KPPU di Enrekang mampu membantu mengatur penataan pasar modern yang mulai menjamur di Enrekang. Ia berharap agar KPPU mampu memberikan edukasi kepada pihak penyelenggara pasar modern untuk bersinergi dengan penyelenggara pasar tradisional. Persoalan zonasi pasar modern juga harus mulai dilihat kembali, karena tentu hal ini tentu akan berpengaruh terhadap keberadaan pasar tradisional.